
BENGKULU – Menjaga standar keselamatan di lingkungan fasilitas kesehatan merupakan prioritas utama bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M. Yunus Bengkulu. Sebagai wujud komitmen tersebut, RSUD M. Yunus kembali menggelar pelatihan tanggap darurat dan pencegahan kebakaran pada 15 Januari 2026, bekerja sama dengan lembaga konsultan Bengkulu Safety.
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh seluruh karyawan, mulai dari tenaga medis, staf administrasi, hingga petugas penunjang lainnya. Menariknya, kolaborasi edukasi keselamatan ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan selama empat tahun berturut-turut.
Budaya Keselamatan yang Berkelanjutan
Penerapan K3 di Rumah Sakit (K3RS) memiliki tantangan tersendiri karena melibatkan evakuasi pasien dan perlindungan alat medis bernilai tinggi. Debby Amelia Siregar, selaku penanggung jawab K3RS RSUD M. Yunus, menekankan bahwa konsistensi adalah kunci dalam membangun budaya keselamatan.
“Pelatihan ini sudah rutin kami lakukan selama empat tahun berturut-turut bersama Bengkulu Safety. Kami ingin memastikan bahwa seluruh karyawan, tanpa terkecuali, memiliki kesiapsiagaan yang refleks dalam menghadapi situasi darurat. Keselamatan pasien adalah prioritas kami, dan itu dimulai dari kompetensi staf kami sendiri,” ujar Debby Amelia Siregar.
Simulasi Penanganan Api dan Evakuasi
Narasumber ahli dari Bengkulu Safety, Nanda Elvandhani, S.T., memberikan materi yang spesifik mengenai penanganan api di area sensitif rumah sakit. Peserta dibekali teknik penggunaan APAR yang benar serta prosedur evakuasi jalur khusus untuk pasien dengan kondisi tertentu.
Pelatihan lapangan mencakup simulasi pemadaman api kecil di area terbuka untuk melatih ketenangan karyawan saat menghadapi titik api. Dengan bimbingan instruktur dari Bengkulu Safety, para karyawan diajak untuk mempraktikkan langkah-langkah Fire Emergency Plan yang sudah ditetapkan oleh pihak rumah sakit.
Komitmen Pelayanan Prima
Pihak Bengkulu Safety mengapresiasi langkah RSUD M. Yunus yang terus memperbarui kemampuan personelnya setiap tahun. Keberlanjutan program selama empat tahun ini membuktikan bahwa RSUD M. Yunus tidak hanya fokus pada penyembuhan medis, tetapi juga pada aspek perlindungan jiwa dan aset dari risiko kebakaran.
Melalui kegiatan rutin ini, RSUD M. Yunus Bengkulu diharapkan dapat terus mempertahankan lingkungan kerja yang aman dan memberikan rasa tenang bagi seluruh masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan kesehatan.